Sebab-Sebab Bertambah & Kuatnya Ilmu

Diantara kewajiban seorang muslim adalah mempelajari ilmu agama sebagaimana firman Allah,

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (QS. Muhammad: 19)

Dalam ayat ini ada perintah untuk memahami dan mengetahui bahwasannya tidak ada ilah selain Allah maka ini maknanya adalah perintah untuk belajar.

Dan juga sabda nabi: “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah”

Allah bukan hanya memerintahkan kita menuntut ilmu tapi juga memerintahkan kita untuk meminta tambahan ilmu sebagaimana firman Allah.

Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thahaa : 114)

Dan juga doa nabi: “Ya Alloh berikanlah manfaat atas apa yang engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku hal-hal yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah aku ilmu“ (HR.Tirmidzi)

Oleh karena itu disini akan kami jelaskan sebab-sebab bertambah dan kuatnya ilmu berdasar Al Qur’an dan Hadits.

Sebab yang pertama: Beramal dengan ilmunya.
Fudhail bin iyadh rahimahullah berkata: “Seorang ‘Alim itu masih di anggap bodoh apabila dia belum beramal dengan ilmunya, apabila dia sudah mengamalkan ilmunya maka jadilah dia orang yang ‘Alim”

Abdullah bin Mas’ud berkata: “belajarlah, belajarlah dan jika kalian sudah berilmu maka amalkanlah”

Oleh karena itulah Allah memperingatkan orang yang berilmu dan tidak mengamalkan ilmunya dalam firmannya,

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As Shaf : 2-3)

Sebab yang ke dua: Ikhlas dalam menuntut ilmu
Karena menuntut ilmu adalah merupakan sarana terbesar dan agung dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah maka menuntut ilmu harus di dasari dengan ikhlas.

Dan ikhlas merupakan petunjuk terbesar yang Allah berikan maka jika kita ikhlas dalam menuntut ilmu maka Allah akan menambah ilmunya dan menambah petunjuk sebagaimana firman Allah,
 
“dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan Balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)

Dan nabi mengancam orang-orang yang tidak ikhlas dalam menuntut ilmu dalam sabdanya: “barang siapa yang belajar ilmu (yang bisa di jadikan jalan mencari ridho Allah) kemudian mencari ilmu demi mencari bagian kehidupan dunia maka di hari kiamat dia tidak bisa mencium baunya surga” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Sebab yang ke tiga: Sering mengulang-ngulang dan me-murojaah ilmu yang telah dia pelajari

Musibah ilmu itu adalah lupa maka obatnya adalah dengan mengulang-ngulang ilmu tersebut. Semakin banyak kita mengulang – ngulang ilmu akan semakin kuatlah ilmu yang sudah kita pelajari.

Sebab yang ke empat: Mengajarkan ilmu, mendakwahkannya dan menyebarkan nya
Ibnu Utsaimin beliau mengatakan zakatnya ilmu adalah dengan menyebarkan dan mengajarkan sebagian ilmunya sebagaimana seseorang yang berzakat dengan sebagian hartanya, sebagaimana zakat akan berkembang demikian ilmu ketika kita ajarkan maka akan berkembang dan bertambah. Kewajiban mengajarkan ilmu terdapat dalam firman Allah ketika Allah mengecam keras ahlul kitab yang menyembunyikan kebenaran tentang rasul sebagaimana dalam firman Allah,

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahkluk) yang dapat mela’nati” (QS. Al Baqarah: 159)

Diantara dalil kewajiban mendakwahkan dan menyebarkan ilmu adalah hadits nabi: ”bergeraklah perlahan-lahan sehingga kamu tiba di wilayah mereka. Kemudian ajaklah mereka masuk islam, beritahulah mereka tentang kewajiban yang harus mereka tunaikan. Demi Allah, sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan melalui perantaramu, itu lebih baik bagimu dari unta merah (unta yang harganya mahal) (HR. Bukhori dan Muslim)

Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi kita untuk menyampaikan ilmu yang telah kita miliki kepada masyarakat serta mengajak mereka kepada kebaikan. Ilmu yang kita miliki bukan lah untuk diri kita sendiri saja namun juga untuk orang lain. Sehingga janganlah menyembunyikan ilmu tersebut apalagi menghalang-halangi orang lain untuk mendapat ilmu. Akan tetapi kita harus menjelaskan dan menyampaikan ilmu tersebut kepada mereka, Allah berfirman:

dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima. (QS. Al Imran : 187)

Sebab yang ke lima: Berdoa dan meminta kepada Allah agar diberikan ilmu yang kuat dan terhindar dari melupakan ilmu.
Allah berfirman,

dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS. Ghofir: 60)

Sebab yang ke enam: Memperbanyak dzikir kepada Allah

kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah. dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini” (QS. Al Kahfi: 24)

Ketika kita lupa tentang sesuatu maka berdzikirlah kepada allah niscaya Allah akan mengingatkannya.

Sebab yang ke tujuh: Bertakwa kepada Allah dan meninggalkan maksiat.
Takwallah menjadi sebab kuatnya ilmu sebab ketika seseorang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menganugerahi furqon, sebagaimana firman Allah:

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al Anfal: 29)

Berkata syaikh sa’diy dalam tafsirnya tentang ayat ini Al furqon yaitu ilmu dan petunjuk yang dengan nya seseorang bisa membedakan petunjuk dan kesesatan, hak dan yang batil, halal dan haram dan orang yang bahagia dan orang yang celaka di akhirat nanti. dan juga firman Allah,

dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Baqarah: 282)

Dan tidak bisa di pungkiri diantara sebab hilangnya ilmu atau lupa adalah maksiyat, sebagaimana perkataan Abdullah bin Mas’ud: Aku berani mengatakan, bahwa seseorang akan begitu mudah melupakan ilmu yang telah di ketahuinya hanya karena dosa yang telah di kerjakannya ( di riwayatkan Ibnu Abdil Bar,jami’ bayanul ilmi,1/196.)

Dan perkataan imam syafi’i, aku mengadukan kepada waqi’ (yaitu guru beliau), tentang buruknya hafalanku, lalu beliau memberiku petunjuk agar aku meninggalkan maksiat beliau menggambarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak akan di berikan kepada orang yang berbuat maksiat”

Imam Malik juga pernah berkata kepada imam syafi’i: Sesungguhnya aku telah melihat bahwa Allah telah menjadikan cahaya dalam hatimu, maka janganlah kamu padamkan dengan kegelapan maksiat

Sebab yang ke delapan: Membuang sikap sombong dan malu dalam mencari ilmu
A’isyah berkata: “sebaik-baik wanita adalah wanita anshar,sifat malu tidak menghalangi mereka dalam belajar dan memperdalam ilmu agama”

Ummu Sulaim pernah berkata: ”Wahai Rasulullah sesungguhnya Allah tidak pernah merasa malu dari kebenaran, apakah seorang perempuan wajib mandi jika ia bermimpi? rasulullah menjawab, ’apabila melihat air (sperma).” (HR. Bukhari)

Imam mujahid berkata: “Orang yang pemalu dan sombong tidak akan bisa belajar ilmu.”

Demikian di antara sebab-sebab bertambahnya ilmu dan kuatnya ilmu mudah-mudahan bermanfaat. wallahu a’lam bi showab.

Penulis Artikel: Ustadz Ismail Abu Farhan
Pembina Yayasan Al Furqon Indonesia Peduli Umat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
× Ada yang bisa kami bantu ?